Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Friday, December 05, 2008

Twilight (Movie, 2008)



Udah kena demam Twilight nih. Heboh promosi dimana-mana, bikin jadi penasaran. Pengen nonton.

Waktu novel nya terbit dulu, sempet banget pengen beli dan baca. Tapi ketunda-tunda mulu sampe akhirnya emang nggak kebaca. Eh tau-tau udah nongol aja filmnya. Maka jadilah aku nonton Twilight TANPA membaca dulu bukunya.

Dan akhirnya barusan aja nonton film nya. Ditemenin futsu-chan yang udah baca bukunya (buat teman nanya-nanya) dengan dadakan langsung nonton yang jam 11 siang (yang isi theater nya 90% cewek). Satu setengah jam terlewati dengan alur nonton film yang pas banget. Dimulai dari fase masih nggak ngeh-> mulai dong-mulai tertarik -> deg-degan -> klimaks -> turun pelan-pelan -> happy ending (sementara, karena masih ada tiga buku lagi).

Review pribadi, ni film bagus. Biasa saat film yang dinantikan muncul gak 100% penonton bakal bilang, "ASLI, TOP ABISSS....", apalagi buat film yang diangkat dari novel. Pasti banyak aja keluh kesah nya ato bahkan puja puji nya. Nah, buat diriku yang belum baca bukunya, asik-asik aja nontonnya tuh.

Kureview dikit kekurangan dan kelebihannya ya (be careful, SPOILER ALERT):

Dari segi seting, no doubt, asli bagus banget. View ala British land or Eire Land ternyata ada di Amrik. Hutan, gunung, bukit, dan danau nya diambil dengan sangat indah (9/10).

Terus scoring sound nya pas banget (aku dan futsu sepakat soal ini). Adegan sama sound yang muncul pas banget. Yang bikin deg-degan sampe merinding ada juga. Bahkan sempat ada sound yang bener-bener berasa muncul dari belakang kita (yang adegannya juga begitu), jadi berasa seolah-olah kita dikejar vampir beneran. Seru (10/10).

Kalo cerita nya, bagus lah sebagai orang yang belum baca novelnya. Bahasa verbal plus visual jelas lebih enak dinikmati ketimbang visual doang (alias baca buku aja). Jalan ceritanya jadi lebih runtut dan bisa dinikmati. Walo ada scene yang aku rasa terlalu cepat (bahasa itali nya, mak gedunduk gitu), yang secara logis terasa "kok tau-tau gitu ya?. Paling suka scene main baseball ala Cullen's family, hooooo...gak kalah heboh sama Quidditch nya HP. Juga adegan first date nya Bella dan Edward. Gabungan kencan ala spiderman dan superman tuh. Diajak terbang en manjat pohon, yang berakhir pemandangan indah dari puncak pohon pinus (cuma Edward yang ngajak cewek nge date pertama di puncak pohon pinus. Hehehehe....) Adegan kelahi antara Edward dan James juga keren banget (9/10).

Dari segi akting Chemistry antara Robert Pattinson (Edward Cullen) dengan Kristen Stewart (Bella Swan) yang katanya kurang emang kurang terlihat di sini. Tapi kalo dari point of view aku, malah terasa pas. Edward itu vampir. Berumur hampir 100 tahun. Dan menurut Edward, dia baru merasakan ketertarikan teramat sangat pada perempuan ya saat bersama Bella. Jadi, wajar kalo dia kikuk dan kaku begitu. Cinta Edward pada Bella emang nggak terlihat dalam sentuhan, tatap mata, gandengan, ato bahasa tubuh. Tapi lewat tindakan dan kata-kata. Yah, sedikit mengingatkan pada cinta Tao Ming Tse dan San Chai di Meteor Garden (lho?). Iya, tipe yang ceweknya diganggu dikit, hajar! But so gentleman. Romantic quote yang keluar dari mulut Edward dan Bella sesungguhnya adalah chemistry cinta mereka. contoh nya:

Edward : "Aren't you afraid of me?"
Bella : "I'm only afraid of losing you"

Edward : "...like i don't have anywhere else to go...."
Bella : "Then don't go"

Aw aw aw...

Seperti biasa di setiap film pasti ada second best nya. Di Twilight, entah kenapa tertarik sama tokoh Jasper Hale yang diperankan sama Jackson Rathbone. Lucu aja liat aktingnya sebagai vampir vegetarian baru. Agak-agak belum bisa nahan kontrol pas lihat Bella, pengen gigit aja. Nggak kalah imut sama R-Patz (9/10).

Akhirnya... secara keseluruhan, nilai film ini 9.25/10 alias bagus buat ditonton. Nggak heran banyak cewek-cewek yang mulai ngidolain Pattinson sampe rela digigit. He's worth a man ups...vampire i mean. Hahahaha.....

Fun fact: Peran Edward Cullen pertama bakal dikasih ke dia, Henry Cavill



Tapi akhirnya Meyers (the author) ngerasa cocok banget sama Robert Pattinson,


Mana yang lebih cocok jadi vampire menurutmu?

Wednesday, November 26, 2008

Last Friend (Dorama, 2008)



Udah lama banget nggak nonton dorama, eh sekalinya nonton dapet dorama yang keren banget ini (nontonnya udah agak lama sih...).

Judulnya Last Friend. Dorama ini inti ceritanya sungguah tidak biasa, makanya banyak dapat penghargaan di Jepang. Dalam dorama ini ada tentang Domestic Violance (KDRT kalo di Indonesia), Pelecehan Seksual sampe Penyimpangan Seksual (Lesbian) dalam bingkai sebuah cerita persahabatan dan cinta.

Sinopsisnya, Michiru (Nagasawa Masami) akhirnya memutuskan tinggal bersama dengan kekasihnya Sousuke (Nishikodo Ryo). Sebelum pindah, Michiru bertemu kembali dengan teman SMA nya Ruka (Ueno Juri) yang tinggal di sebuah sharehouse (kontrakan) bersama Eri, Takeru (Eita) dan Ogura. Setelah tinggal bareng, Michiru baru tahu kalo Sousuke ini sangat ringan tangan, bukan senang menolong tapi senang menggampar. Lama kelamaan Michiru ga tahan dan lari ke Ruka. Michiru pun tinggal di kontrakan tersebut, tapi tetep dikejar-kejar sama Sousuke (ni cowok ya, ganteng, kata-katanya manis, tapi hobinya mukul...argh pengen hajar balik jadinya).

Episode demi episode terlalui dengan kejar-kejaran Sousuke dengan SEMUA penghuni kontrakan itu. Diselingi cerita Eri yang jadi pelarian Ogura yang dalam proses bercerai, Takeru yang pernah dilecehkan secara seksual sama kakak perempuannya dan bisa suka sama si Ruka, trus Ruka yang mengalami Gender Identity Disorder (karena tomboy dan suka cewek a k a Lesbian) dan selalu mencintai Michiru. Hmmm......

Setelah semua deg-degan selama 11 episode, dorama ini pun selesai dengan baik dan sempurna.

Gila, keren abis. Akting paling top disini aktingnya Ueno Juri dan Nishikido Ryo. Ueno Juri yang terkenal dengan akting bego nya di Nodame Cantabile langsung berubah jadi cewek tomboy dan seorang crosser. Nishikido Ryo yang sempet bikin aku jatuh cinta atas perannya sebagai Asou di One Liter of Tears sukses membuatku pengen membunuhnya.

Ah....puas.

Blum lagi Opening Themenya yang keren abis dari Utada Hikaru ini




100000000000000000000000000000000000000000000000000 jempol!

Mau nonton? Boleh minjem ke aku kok....

Wednesday, May 21, 2008

Tiga Film

Saya ngamuk. Bukannya ngerjain thesis, malah nonton film gila-gilaan. Ah, ini kan refreshing, buat menghilangkan kepenatan mikirin thesis (alasan banget....lah thesisnya cuman dipikirin doang...hehehehe...)


Iyah, semingguan ini saya habiskan dengan nonton dvd film-film yang (menurut saya) keren abis. Diselingi dengan nonton Thomas-Uber Cup tentunya (yang sayang, gak dimenangkan oleh Indonesia).

Biasanya ngereview film satu-satu, tapi karena maruk, untuk kali ini saya buat borongan aja.

The Shawshank Redemption (1994)


Film lawas ini sangat terlewatkan olehku. Ah, nyesel habis. Film yang muncul barengan sama Forest Gump ini keren habis. Bercerita tentang pelarian Andy Dufrane dari penjara Shawshank setelah hampir 20 tahun penjara (dan masih ada 20 tahun lagi seharusnya). Andy yang bangkir terkenal ini divonis 2 X 20 tahun penjara karena dituduh membunuh istri dan selingkuhan istrinya. Karena mabuk, andy menerima hukuman itu karena ia tidak yakin apakah ia membunuh atau tidak. Setelah hampir 20 tahun, ia baru mengetahui bahwa ia tidak bersalah. Usahanya yang gagal untuk bersidang kembali (karena saksi kunci mati tertembak) membuat Andy geram dan kabur. Andy ternyata sudah merencanakan kabur dari penjara sejak 19 tahun yang lalu. Cara kabur Andy dan persiapannya yang matang bakal membuat mu (hei penonton.....) melongo kagum. Asli, unpredictable. Sumpah, ini film layak tonton (sayang, Forrest Gump terlalu kuat untuk dikalahkan dalam Academy Award). Alurnya lambat sebenarnya, tapi dijamin kamu bakal nyesel kalo sempat melewatkan ni film cuma buat buang air ato balas sms. Bahkan buat di pause aja sayang. Akting Tim Robbins sebagai Andy Dufrane bener-bener keren. Diimbangi sama Morgan Freeman sebagai Red membuat film ini menambah sisi haru dan dramatis mengenai persahabatan mereka. Sisi gelap dan sadis tentang penjara shawshank dan sipir-sipirnya yang diangkat dari novel Stephen King (Rita Hayworth and The Shawshank Redemption) ini benar-benar bertolak belakang dengan cerita Green Mile. Aih, Stephen King emang jago ya? Film ini kayaknya yang menginspirasi Prison Break deh.

August Rush (2007)


Evan Taylor/August Rush (Freddie Highmore) selalu percaya, bahwa musik akan menyatukannya kembali dengan orang tuanya. Selama sebelas tahun, August hidup di sebuah panti asuhan dan percaya bahwa di suatu tempat disana, orangtuanya masih mencari dirinya. August akhirnya berani melarikan diri untuk melihat dunia sesungguhnya. Ia takjub, betapa banyaknya musik yang dihasilkan di dunia diluar panti asuhannya. August pun kemudian berkenalan dengan Wizard (Robin Williams) yang mengenalkannya pada musik dan alat musiknya. August yang terlahir dari dua musisi handal ini (ayahnya, Louis Conelly-diperankan oleh Jonathan Rhys Meyers- adalah seorang vokalis band, dan ibunya Lyla Novacek-diperankan oleh Keri Russel- adalah seorang violis New York Phillarmoic Orcestra) secara alami langsung dapat menghasilkan sebuah musik yang luar biasa, hanya dengan sebuah gitar. August terpisah dari orangtuanya karena ayah dari ibunya mengaggap bahwa kelahirannya akan mengganggu karir Lyla. Lyla yang sebelas tahun kemudian mengetahui anaknya masih hidup dan tidak meninggal seperti yang dikatakan oleh ayahnya berusaha kembali mencarinya. Pertemuan ketiga orang ini pun terjadi ketika August Rush memimpin sebuah konser dari symphoni yang dibuatnya sendiri. Bayangpun, anak umur 11 tahun udah punya konser orkestra sendiri! Kereen..... Musik memisahkan mereka, dan musik pula yang mempertemukan mereka. Film ini dipenuhi oleh akting alami pemain-pemainnya serta musik-musik yang indah. Sulit untuk dijelaskan. Kalo kamu mencintai musik, pasti film ini akan begitu menyentuhmu.

Turtles Can Fly (2004)


Film produksi bersama Iran-Irak ini luar biasa menyedihkan. Film yang bercerita tentang kehidupan warga Irak sekitar seminggu sebelum pecahnya perang Irak-AS ini banyak menampilkan gambar-gambar yang membuat aku mau menangis. Anak-anak kecil yang mengambil ranjau buat dijual, anak-anak yang mengangkat senjata buat berperang, anak-anak yang cacat karena ledakan ranjau atau tertembak, gadis kecil berusia sekitar 14 tahun yang punya anak hasil perkosaan ramai-ramai oleh tentara Israel. Film ini sungguh menyentuh dan menyedihkan. Film ini membuat aku semakin, maaf, membenci kekejaman AS dan Israel dalam berperang. Worthless. Hanya meminta korban. Kalo pengen tahu kondisi nyata warga korban perang, film ini aku sarankan buat ditonton.

Sebenarnya masih banyak film-film yang bagus. Tapi ketiga film ini yang menurutku layak dan aku rekomendasikan buat ditonton.

Tuesday, May 06, 2008

My Sister Keeper (Book)



Selama tiga belas tahun hidupnya, Anna Fitzgerald harus hidup demi menyokong hidup kakaknya, Kate Fitzegerald. Kate didiagnosis menderita Leukimia sejak usia Kate 2 tahun. Ketika lahir, Anna menyumbangkan darah dari tali pusarnya untuk pengobatan Kate. Dan entah berapa banyak lagi darah yang disumbangkan Anna buat Kate. Anna juga yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya bagi Kate. Kenapa? Karena Anna memang dibentuk untuk menolong Kate. Kedua orangtuanya memprogram agar Anna bisa lahir dengan DNA yang persis sama dengan Kate. Tanpa Kate, Anna bukan siapa-siapa.

Hingga sampai usia 13 tahun, Anna akhirnya menuntut kedua orangtuanya secara hukum, atas hak penuh atas tubuhnya secara medis. Anna tidak mau mendonorkan ginjalnya untuk Kate. Anna merasa sudah cukup. Keputusannya ternyata bukan murni keinginannya. Keputusannya merupakan permintaan Kate, yang ingin menyudahi semua penderitaannya dan penderitaan adik perempuannya.

Buku karangan Jodi Picoult ini luar biasa mengagumkan. Akhir yang dibuat Jodi sungguh tragis. Semua diluar dugaan. Anti klimaks yang nggak terpikir sebelumnya. Banyak istilah medis mengenai Leukimia di buku ini. Tapi tenang, ada beberapa penjelasan mengenai hal itu. Buku ini layak dibaca.

Mengenai Buku ini:
Judul : My Sister Keeper (Penyelamat Kakakku)
Penulis : Jodi Picoult
Bahasa : Indonesia
Tahun Terbit : 2008
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tebal : 528 halaman
Harga : Rp. 52.000,00

Thursday, May 01, 2008

The Chorus (Movie, 2004)


Flm perancis ini berjudul asli Les Choristes. Cerita bersetting sebuah sekolah berasrama dengan anak-anak yang keseluruhan adalah cowok dan spesial, Fond de L' Etang (arti harafiah, Dasar Danau). Siswa disana sebagian besar adalah siswa kurang mampu, siswa yatim-piatu, siswa bermasalah baik perilaku maupun akademis. Cerita diawali dengan kematian ibu dari seorang konduktor dan musisi terkenal, Pierre Morhange. Kematian ibunya membuat Morhange harus kembali ke kampung halamannya. Di sana, ia bertemu kembali dengan Pepinot, teman satu sekolahnya dulu. Dan cerita mulai mengalir dengan flashback mereka berdua, lima puluh tahun yang lalu.....

Hidup siswa-siswa Fond de L'Etang mulai berubah dengan datangnya Clement Mathieu, seorang mantan musisi untuk menjadi pengawas asrama mereka dan mengajar musik. Mathieu begitu terkejut dengan sistem disiplin yang begitu keras di sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Mon. Rachin ini. Ada aksi maka ada reaksi. Ada kesalahan berarti ada hukuman. Hukumannya luar biasa mengerikan. Tidak pantas untuk diceritakan. Mathie lalu mencoba memberi hukuman dengan caranya sendiri, yang membuat Rachin geram luar biasa. Dibandingkan menggosok sekolah, ia lebih memilih menghukum seorang siswa untuk mengurus pesuruh sekolah yang sedang sakit. Caranya ini membuat siswa2 tersebut lebih merasa nyaman. Mathie pun menemukan talenta luar biasa dalam hal bernyanyi dari siswa-siswa ini. Maka dibentuklah sebuah paduan suara yang membuat jalan hidup semua orang yang terlibat di dalamnya berubah.

Pierre Morhange adalah anak berwajah malaikat dengan perilaku menyebalkan dan keras kepala. Namun kemampuan bernyanyi Morhange yang luar biasa perlahan-lahan merubah sikapnya dengan bantuan Mathieu. Lika-liku perjalanan kelompok paduan suara ini berakhir ketika sekolah mereka terbakar karena perbuatan salah seorang mantan siswa sekolah tersebut, ketika Mathieu sedang dalam tanggung jawab menjaga sekolah. Ia dipecat. Sekolah ditutup.

Terinspirasi oleh Mathieu, Morhange masuk ke sebuah sekolah musik di Lyon dan mendapatkan beasiswa. Hingga ia menjadi terkenal sampai sekarang.

Film ini benar-benar inspiratif. Untuk orang yang akan berkecimpung di dunia pendidikan seperti aku, film ini bisa dijadikan referensi bagaimana mendidik anak-anak dengan kebutuhan luar biasa seperti siswa-siswa Fond de L'Etang ini. Setting pedesaan dan pegunungan Perancis ikut membuat film ini menarik. Juga lagu-lagunya yang bisa membuat bulu kuduk ini berdiri. Film ini banyak mendapatkan penghargaan untuk film berbahasa asing terbaik di beberapa ajang penghargaan (Salah satunya Academy Award tahun 2005). Film-film festival biasanya memang luar biasa indah dibandingkan film-film box office.

Mengenai film ini di IMDB

Sunday, April 20, 2008

Juno (Movie, 2007)


Telat gak sih buat ngereview film ini? Enggak ya? Habis, akhirnya bisa nonton juga setelah ngantri dvd nya. Film pemenang Academy Award ke 80 dalam kategori Best Original Screenplay ini berkisah tentang Juno McGouff (Ellen Page) yang hamil dengan sahabat masa kecilnya Paulie Bleeker/Bleek (Michael Cera) di saat usianya masih 16 tahun. Mengetahui dirinya hamil setelah melakukan hubungan sex pertamanya itu membuatnya cukup bingung. Well, cara Juno menghadapi kehamilannya di usia muda ini cukup keren. Pertama kali dia tahu, Juno ingin menggugurkannya. Tapi mengetahui bahwa bayi yang dikandungnya mungkin saja sudah punya kuku tangan (hahaha...konyol) Juno pun mengurungkan niatnya. Dibandingkan menggugurkannya, dia memilih untuk melahirkannya namun mencari orang tua angkat buat anaknya.

Juno pun mau tak mau harus mengakui masalah ini kepada orang tuanya dan menyampaikan idenya untuk mencari ortu angkat buat anaknya. Untung, ayah dan ibu tirinya bisa menerima (walaupun kaget juga untuk pertama kalinya) dan membantu Juno untuk mengurusi masalah adopsi ini.

Cerita mengalir, Juno bertemu dengan pasangan Mark dan Vanessa Loring (Jason Bateman dan Jennifer Garner) yang luar biasa kaya untuk membahas masalah anaknya. Juno selalu memberi tahu perkembangan bayinya kepada pasangan ini. Namun setelah kehamilannya membesar, Juno harus mengetahui bahwa anaknya kelak tidak akan mempunyai keluarga yang utuh. Mark dan Vanessa memutuskan untuk berpisah, karena Mark belum siap menjadi ayah. Juno kecewa. Belum lagi ia mengetahui bahwa Bleek (sahabatnya) tidak mengajaknya ke Prom (yah....dengan perut besar itu.....) tetapi malah mengajak gadis lain. Juno seperti mulai menyadari, bahwa ia jatuh cinta pada Bleek.

Wah, film ini cukup unik. Walopun gosipnya film ini nyontek film korea, tapi film ini emang unik kok. Gak banyak film Amerika yang ngangkat tema ini. Terutama masalah aborsinya. Ada beberapa hal positif dan unik dari film ini. Yang pertama soundtracknya. Ya ampuun.... keren. Oke, musiknya emang terdengar konyol ato aneh. Tapi liriknya itu loh, simple dan ngena banget. Sangat pas buat Juno. Yang kedua, reaksi ayah dan ibu tiri Juno saat Juno mengakui bahwa ia hamil. Sang ayah kaget, tapi gak marah. Setelah banyak bertanya (seperti siapa ayah bayi itu dan bla bla bla) ia malah memutuskan untuk menemani Juno menemui pasangan Loring, biar gak ketipu. Ibu tirinya juga gitu, sebelumnya ia memang bertanya, apa Juno mau memikirkan alternatif lain (aborsi). Tetapi ketika Juno memutuskan untuk memutuskan untuk mempertahankannya, ia pun mulai menyusun makanan apa yang sehat, membuat janji dengan dokter, dan lain-lain. Setelah Juno pergi, ayahnya lalu bertanya kepada istrinya. "apa ini salahku? sehingga dia berbuat seperti ini?" Waw...harusnya emang begini. Ortu kalo tahu anaknya hamil diluar nikah, jangan ngamuk dulu, tapi introspeksi, jangan-jangan ini salah mereka, sampe anaknya hamil diluar nikah. Bravo Juno..... Berani berbuat, berani bertanggung jawab, berani menerima resiko.....

Satu lagi yang mebuat terharu, waktu Juno akhirnya mengakui bahwa ia mencintai Bleek. Dia bilang gini,
Kamu satu-satunya orang yang selalu menatap wajahku disaat orang lain terus-terusan menatap perutku. Aku rasa aku benar-benar mencintaimu. Mungkin karena itu, tiap aku menatap wajahmu, bayi ini selalu menendangku.

Oh, so sweet....... Belum lagi waktu habis melahirkan, Juno menangis di pelukan Bleek, karena akhirnya berpisah dengan bayinya. Well, Juno sudah merasa jadi ibu.......

Overall, film ini keren. Tidak menyarankan untuk hamil/menghamili orang diluar nikah ya? tapi menyarankan untuk menonton film ini. At least, ambil lirik2 lagunya buat ngerayu cewek. Hahahaha..... Two thumbs up buat film ini.

Info film ini, bisa klik di sini.

Wednesday, April 16, 2008

The Girls of Riyadh

Seperti yang kutulis kemarin Kutulis juga review dari novel terakhir yang aku baca. Judulnya The Girls of Riyadh. Novel ini karangan Rajaa Alsanea. Berkisah tentang kehidupan empat gadis saudi bernama Qamrah, Michele, Lumeis, dan Shedim. Cerita di novel ini diangkat berdasarkan kisah nyata empat teman dari sang penulis. Novel ini dibukukan berdasarkan email yang dikirimkan oleh Rajaa setiap hari jumat di sebuah mailing list.

Novel ini cukup menggemparkan, bahkan di Arab sendiri dilarang beredar. Dalam novel ini, sebagian besar berisikan ketidakpuasan wanita arab terhadap harkatnya, sebagai wanita. Kisah-kisah sahabat-sahabat Rajaa yang benyak menderita karena kekangan terhadap hak hidup mereka sebagai wanita dibahas habis disini. Memang mengejutkan. Bahwa yang sesungguhnya kita bayangkan tentang gadis arab tidak semuanya benar.

Jujur, nggak berani juga mengupas banyak tentang buku ini. Karena pasti banyak pro dan kontra nya. Tetapi mengutip perkataan penulis

Apa yang aku tulis disini berdasarkan sudut pandangku saja. Jika tidak suka ataupun tidak setuju, tulislah menurut cara pandangmu sendiri....

Kalo pengen punya pandangan dan wawasan baru tentang gadis-gadis saudi arabia, atau wanita pada umumnya, buku ini layak baca.....

Mengenai Buku ini:
Judul : The Girls of Riyadh
Pengarang : Rajaa Al Sanea
Penerbit : Ufuk Press
Terbitan : Januari 2008
Bahasa : Indonesia
Tebal : 408 halaman
Dimensi : 12.5 x 19 cm
Harga : Rp. 47.000,00 (Resmi)

Monday, April 07, 2008

Full House (TV Series)

Beredar juga, Full House DVD The Complete Season akhir 2007 kemaren. Thank's Warner, for making it real... Bisa nonton lagi akhirnya....


Full House ini yang serial barat ya? Bukan yang Korea.


Serial yang di Amerika ditayangkan oleh ABC tahun 1987 (di Indonesia sekitar tahun 1990 an) ini sukses banget. Dan inilah awal karir bagi si kembar kaya raya Mary-Kate dan Ashley Olsen, yang bermain di film ini saat ia berusia 9 BULAN.

Plot cerita ini tentang Danny Tanner (Bob Saget)yang meminta adik iparnya, Jesse Cochran (John Stamos) dan sahabatnya, Joey Gladstone (Dave Coulier) untuk tinggal bersamanya setelah kematian Pam, istri Danny dan kakak Jesse. Danny memiliki tiga putri bernama Donna Jo/DJ (Candace Cameron), Stephanie (Joddie Sweetin), dan Michelle (Mary-Kate and Ashley Olsen). Danny yang bekerja sebagai sport broadcaster berusaha membesarkan ketiga putrinya dengan bantuan Jesse dan Joey.

Serial ini lucu dan mengharukan. Menghibur sekaligus menghangatkan. Menontonnya kembali jadi ngerasa kembali ke tahun 90an ketika serial ini tayang. Kangen dengan serial-serial semacam ini yang pernah tayang di Indonesia (better than sinetron). Di serial ini, banyak cerita yang bisa dijadikan pelajaran berharga. Banyak hal. Terutama mengenai parenting. Bagaimana menghadapi masa ketika stephanie takut untuk masuk TK pertama kali. Bagaimana mensuport DJ yang dikatai kutu buku. Bagaimana menjawab pertanyaan2 anak yang susah (seperti: "Where's baby come from?"; "What's make girls different from boys?"; "Why people died?" etc....). Juga bagaimana pergulatan perasaan seorang ayah yang membesarkan 3 anak perempuannya ketika mereka semua beranjak dewasa. Cemas, bahagia, takut, semua jadi satu. Bagaimana perasaan seorang Kimmy ketika DJ melupakan ulang tahunnya ke 16 karena sibuk dengan pacar barunya. Bagaimana Michelle berusaha tidak menangis di kematian kakeknya karena ingin terlihat berani di mata Uncle Jesse. Waw.... tidak ditemukan di sinetron saat ini..... (mungkin keluarga cemara yang mendekati)

Buat yang pengen ngoleksi, serial ini dijual seharga sekitar 1,5 juta rupiah. Terdiri dari 8 season, 192 episode. Nggak kuat beli, rental aja. Aku juga ngerental kok. Yang tinggal di Jogja, hubungi aku kalo pengen tahu bisa ngerental dimana :)

Tuesday, December 04, 2007

House. MD (TV Series)


Pertama lihat serial ini di AXN (kayaknya udah masuk season 4 ya?) waktu libur lebaran di balikpapan kemaren. Ceritanya tentang Dr. Gregory House, MD (Hugh Laurie), seorang ahli diagnostik di Princeton-Plainsboro Teaching Hospital (ini RS fiksi aja). Bersama tiga orang staf nya di departemen diagnostik ini, Dr. Robert Chase (Jesse Spencer), Dr. Eric Foremann (Omar Epps), dan Dr. Allisson Cameron (Jennifer Morison), Dr. House banyak memecahkan dan membuat diagnosa tentang penyakit2 yang susah didiagnosa oleh dokter2 lain.

Yang seru, Dr. House ini orangnya agak2 nyentrik. Mulai dari gayanya, bicaranya, sampe kelakuannya. Ini yang bikin staf2nya serta manajer rumah sakit itu, Dr. Lisa Cuddy ketar-ketir. Ga jarang Dr. House dilabrak keluarga pasien2nya, bahkan dilaporkan polisi.... Tapi suer, kalo udah mulai mendiagnosa sampe dpt keputusan, dia (Dr. House) keren bangeeeet...................

Karena penasaran, menyewalah DVD nya sekembalinya aku ke Jogja (duh, di Balikpapan ada rentalan DVD keren2 ga seeh...?) Baru sampe season 2 neh....

Selain serunya kasus2 yang ditangani Dr. House, yang seru juga dilihat adalah kisah cinta Dr. House. Sempet kencan sama Dr. Cuddy, sempat ada affair sama mantannya yang pengacara dan udah nikah, Stacy Warner, sampe ditaksir berat sama Dr. Cameron, yang malah Dr. Cameron nya sempet one-night stand sama Dr. Chase. Persahabatnnya yang unik dengan Dr. Wilson (Robert Sean-Leonard). Serta tingkah lakunya yang unik abis, membuat serial ini cukup layak buat ditonton bagi yang demen sama Medical Drama macemnya E.R ato General Hospital.

Cuma satu hal yang bikin pusing. Istilah2 medis nya itu loh..... (maklum sub nya cuman English...)

Situs House bisa dilihat disini
Keterangan gambar (Kiri - Kanan) : Dr. Chase, Dr. Cameron, Dr. Foreman, Dr. House, Dr. Cuddy, Dr. Wilson, dan Stacy Warner.

Sunday, October 14, 2007

A Walh To Remember (Movie, 2002)




Gara-gara barusan nonton ni film lagi, jadi pengen ngereview deh....

Mungkin udah pada nonton film ini. Film yang romantis ini diangkat dari novel Nicholas Sparks yang berjudul sama, A Walk To Remember.

Inti ceritanya sebenarnya klise banget. Tapi di film ini, ceritanya jadi indah dan membuat sisi sensitif ku tersentuh.... Ga ada deh, acara ga nangis pas nonton film ini, biar udah ratusan kali nonton.

A Walk To Remember, berkisah tentang Landon, pemuda agak bengal (namun tampan) yang jatuh cinta pada Jamie, seorang gadis sederhana putri seorang pendeta. Landon yang menjalani hukuman kerja sosial meminta bantuan Jamie, yang teman kecilnya juga, untuk membantu Landon berlatih drama. Jamie menyanggupi, asal Landon berjanji, untuk tidak jatuh cinta padanya. Dan cerita berlanjut....Landon jatuh cinta pada Jamie, yang ternyata menderita Leukimia, dan sebentar lagi akan mati......

Endingnya, Landon menikahi Jamie, Jamie akhirnya meninggal, dan Landon menjadi dokter.

Banyak adegan keren di film ini. Ada 3 adegan yang aku suka:
1. Waktu Landon mengajak Jamie ke perbatasan negara bagian --> mengabulkan impian Jamie, untuk menjadi satu orang di 2 tempat berbeda.
2. Waktu Landon tahu Jamie sakit Leukimia, dan ia mendatangi ayahnya, lalu menangis di pelukan ayahnya dan dalam perjalanan pulang......
3. Waktu Jamie dipeluk Landon, pas ngelihat bintang..... (mau.......dipeluk kayak gitu........)

Sayang, ada bagian yang berbeda padahal penting, yang ada di buku tapi nggak ada di film. Jadi, waktu Jamie mau nikah sama Landon, dia sudah duduk di kursi roda karena sakitnya. Dan Jamie kemudian mencoba berjalan sendiri menuju altar. Langkah Jamie itulah yang dikenang Landon sebagai "A Walk To Remember" Nggak kebayang...kalo adegan ini ada.....pasti tambah deras airmatanya....

Wednesday, September 12, 2007

Dare Yorimo Mama wo Aisu (Dorama)


Dare Yorimo Mama wo Aisu (I Love Mama more than anyone)

Dorama Jepang yang baru aku tonton ini berkisah tentang sebuah keluarga yang aneh yang diceritakan dari sudut pandang sang anak terakhir, Kamon Kaoru. Keluarga Kamon ini memang agak aneh. Sang ayah (Kamon Kazu/Papa) adalah seorang bapak rumah tangga. Jadi semua pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, belanja, masak, menjahit, dan semua nya dikerjakan oleh sang ayah. Mama (Kamon Chiyo) adalah seorang lawyer yang sangat sibuk.... Oniichan/Kakak laki-laki (Kamon Akira) adalah seorang hair stylist yang selalu berkencan dengan banyak wanita yang pada akhirnya malah terjebak hubungan sesama jenis dengan seorang laki-laki bernama Pinko-san....Oneechan/Kakak perempuannya (Yuki),adalah seorang gadis tomboy, yang berpura2 menjadi gadis manis dan baik2 agar mendapat pria tampan-baik hati-dan kaya, yang malah mendapat pria bodoh-tidak tampan-dan pura2 kaya-padahal terlibat banyak hutang....

Drama ini dikisahkan oleh Kaoru yang masih SD. Menceritakan kegalauannya yang selalu ditindas oleh teman2nya, dan perasaan malunya tentang keluarganya yang aneh....dan tetangga mereka yang aneh tetapi ternyata baik hati dan seorang dokter (Tsunami Kozue)

Sederhana, namun indah.....Konflik2 yang ada benar2 diceritakan dengan simple walopun masalahnya kompleks....Penerimaan yangtulus dalam keluarga ini terhadap semua orang, termasuk kenyataan bahwa anak laki2 tertua di kelurga Kamon adalah seorang Gay begitu menyentuh...Begitu pula penerimaan sang Papa ketika Mama divonis menderita kanker payudara...begitu luar biasa...

Bagaimana seluruh keluarga terutama Papa, menyemangati Mama yang down dan merasa akan menjadi tidak sempurna ketika Mama harus dioperasi dan diangkat payudaranya....Dan airmata ini pun tidak mampu tertahankan lagi, ketika usai operasi dan Mama telah kembali ke rumah, Papa menyentuh dada Mama yang sebelah payudaranya sudah diangkat...dan berkata "Thank's Mama..for being alive..."

Amazing.........

Kapan yah. sinetron Indonesia bisa mengangkat cerita keluarga seperti dorama ini, tanpa ada makian, teriakan, mata melotot, dan make up berlebihan seperti Keluarga Cemara dulu?

Friday, August 03, 2007

Love Actually (Movie, 2003)


Lihat gambar diatas? Adegan yang mengharukan. Kebayang nggak sih,bahwa kita tuh dipandang sempurna oleh seorang pria (yang bukan suami kita?)

Adegan2 mengharukan kayak gitu, bisa kalian temukan sebanyak-banyaknya di film Love Actually ini. Film Inggris yang romantis ini bercerita tentang Cinta yang bisa kalian temukan di Bandara. Lucu, bahwa ternyata di bandara bisa terlihat begitu banyak cinta.

Film ini ga cuma bercerita tentang cinta pria-wanita, tetapi bercerita tentang semua cinta, bercerita tentang cinta yang sebenarnya.

Love Actually
Directed by Richard Curtis
Produced by Tim Bevan,Liza Chasin, Eric Fellner, Debra Hayward, Duncan Kenworthy
Written by Richard Curtis
Starring Alan Rickman, Bill Nighy, Colin Firth, Liam Neeson, Emma Thompson, Hugh Grant
Distributed by Universal Pictures
Release date(s) 6 November 2003
Running time 135 min.
Language English

Tuesday, July 24, 2007

Harry Potter and The Deathly Hallows (Book, 2007)




Huahaha....belum baca bukunya seh...tapi barusan aja dapet spoilernya di sebuah situs terlengkap di dunia.

Wonderful, can't wait to read and even, watch it!

Nggak nyangka, beberapa alurnya sesuai dengan perkiraan dan hasil analisis ku dengan Gina-teman kos ku. Yang jelas, Snape itu baik!

Yang jelas, ceritanya, Nice Ending!
(Spoiler Mode : ON)

Tuesday, July 17, 2007

Harry Potter and The Order of Phoenix (Movie, 2007)




Akhirnya nonton juga nih film setelah dua jam ngantri di 21 Plaza Ambarrukmo Yogyakarta. Senin, 16 Juli 2007 pukul 16.40 akhirnya nonton seri ke 5 Harry Potter ini di teater 4 seat C4.

Banyak suara2 miring saat premier film ini. Bahwa film ini kurang menggigit, kurang keren dibanding sebelumnya, banyak adegan penting yang dihilangkan, de el el.

Sebenarnya aku juga bukan HP Freak banget. Tapi aku begitu menikmati film itu. Entahlah. Mungkin aku menontonnya dari sudut pandang yang berbeda. Buatku, kesepian dan kegalauan Harry tersampaikan dengan jelas oleh Daniel Radcliffe dalam beberapa adegan, terutama saat Sirius memanggil Harry dengan nama James di pertempuran di departemen sihir. Kegalauan Harry sebagai remaja benar2 terlihat dengan jelas disini. Bagaimana ketakutannya jika suatu saat nanti ia menjadi jahat. Bagaimana akhirnya Harry mempunyai seseorang yang tidak pernah ia rasakan memilikinya (Sirius sebagai ayah angkatnya) dan kemudian kehilangannya.

Beberapa adegan kecil yang susah untuk divisualisasikan kalau hanya membaca bukunya saja, juga akhirnya dapat terbayangkan. Gimana Tonks yang suka merubah2 wajahnya, gimana sedikit kecemburuan Ginny pada Cho terlihat ketika latihan terakhir sebelum libur natal (yang akhirnya Cho dan Harry berciuman), dan gimana menara lengkung tempat Sirius terjatuh itu.


David Yates (Sutradara) memang lebih menyorot sisi drama nya, tapi bukankah adegan pertempuran di departemen misteri itu begitu mengagumkan? Dan tidakkah pemandangan kota London di malam hari ketika Harry dijemput Moody dkk atau ketika Harry dan 5 orang temannya menuju kementrian sihir, begitu membuat kalian sangat ingin menuju London? Adegan flying nya ampun deh...keren abiss!

Entahlah, tapi bagiku film ini terlihat dewasa. Mungkin tidak puas melihat hanya begitu saja yang bisa disampaikan dalam film ini. But oh, come on.....bisa dibayangin nggak seberapa besar perjuangan David Yates serta Michael Goldenberg (Penulis Skenario) menerjemehkan seribu halaman lebih buku 5 ini demi menyajikannya sebagai bentuk visual dalam film sepanjang 2,5 jam ini? Dan kerja keras para kru dan pemain film selama syuting hampir setahun itu juga layak dihargai. MUngkin harus dibuat serial saja, jika ingin menontonnya sama plek dengan di buku.

Sudahlah...yang penting sudah berusaha. Over all...bagiku film ini menarik untuk ditonton. Mungkin karena perjuanganku untuk menontonnya. Atau mungkin karena aku menontonnya dengan mata dan hati.

Tuesday, July 10, 2007

Nobuta Wo Produce (Dorama, 2005)


ki-ka: Nobuta, Shuji, Akira


Baru aja nonton ini dorama, belum pernah disiarin di Indonesia sih. Dapetan dari Dimaz (for always, those dorama's). Cerita nya kompleks tapi sederhana sih.... Ada persahabatan, trust, perjuangan, juga cinta.

Dimulai dari datangnya siswa pindahan bernama Kotani Nobuko (dimainkan Horikita Maki) yang penampilannya nyeremin (gothic gitu lah), pendiam, dan bicaranya sedikit. Semuanya perlahan-lahan berubah ketika seorang cowok populer bernama Kiritani Shuji (Kamenashi Kazuya) dan cowok kaya tapi rada o'on (tapi ganteng), Kusano Akira, membuat proyek rahasia untuk membuat Nobuko (yang kemudian dipanggil Nobuta->buta=babi) menjadi gadis yang populer.
Jalan cerita dari dorama ini kukira mudah ditebak endingnya...tapi ternyata tebakanku salah (ya iya lah...ini kan bukan sinetronnya endonesah...) Endingnya menakjubkan. Di luar dugaan....

Dorama jepang emang pinter untuk menampilkan cinta-dengan tetap indahnya-tanpa harus dengan ada yang jadian. Cinta segitiga Akira-->Nobuta, Nobuta--> Shuji, dan Shuji --> Nobuta ato Mariko?, tetap dapat tersampaikan...tanpa harus ada adegan siapa memilih siapa...

Indah....bagaimana persahabatan dapat mengalahkan semuanya....bahkan cinta...

Info Dorama klik disini