Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Friday, April 25, 2008

Journey to Pandawa Water World, Solo

Senin, tanggal 21 April 2008 kemarin, aku bersama tiga orang temanku (yayie, wiwied, dan stella) di magister profesi, memutuskan untuk jalan-jalan ke solo. Dalam rangka hari kartini dan memang pengen jalan-jalan. Tersebutlah sebuah waterboom di bilangan Solo Baru yang menjadi pilihan kami. Mau nyoba plus pengen tahu. Setelah diundur terus, maka hari itu berangkatlah kami berempat ke solo menumpang mobil yayie.


Berbekal sebuah peta yang kurang tergambar dengan baik, maka meluncurlah kami berempat ke Pandawa Water World (PWW). Setelah hamper 1,5 jam perjalanan, kami tiba di Solo. Sebelum ke PWW, kami sebelumnya makn dulu di Timlo Satro, sebuah warung makan Timlo (makanan khas solo, semacam sop) yang terkenal di daerah Pasar Gedhe Solo. Harganya cukup mahal untuk kalangan mahasiswa (makanya banyak yang makan orang tua disana). Sepuluh ribu, plus nasi 2ribu rupiah. Timlonya komplit tapi. Sepadan sih sama isinya. Juga rasanya, hehehe….

Setelah kenyang, kami pun segera menuju PWW. Sampai disana, rasanya sudah nggak sabar aja pengen nyebur…. Hehehe....


(Di depan gerbang Pandawa Water World)

Ternyata, asik banget loh, maen air di sana. Suasananya emang seperti kerajaan astina gitu (tempat tinggal pandawa). Begitu masuk, patung arjuna dengan panahnya menyambut kami dengan gagah. Di belakang arjuna, patung wajah Khrisna menatap dengan tajam menjaga Wave Pool dan Black Hole Slide. Di sebelah khrisna, ada patung Gatotkaca dibawah menara Bungee Jumping. Patung Bima berdiri gagah diatas Kids Slide (luncuran buat anak-anak). Patung Nakula-Sadewa menjaga tiga slide menarik (Raft Slide, Body Slide, dan Racer Slide). Patung Drupadi dan Yudhistira berdiri anggun di sisi bersantai pengunjung. Patung Kunthi menjaga kolam anak-anak dengan keibuan. Wah, filosofisnya keren yah?

Selesai berjalan-jalan, kami pun berganti kostum. Sudah, tidak usah membayangkan yang aneh-aneh ya.... Tujuan pertama kami adalah Black Hole Slide, yang merupakan wahana terkenal di sana. Black Hole Slide adalah luncuran dalam sebuah pipa yang gelap dan panjang. Berdua bersama Ste, kami melunjur dengan ban khusus yang disediakan di sana. Beitu meluncur, kami langung jejeritan aja. Bayangin, terombang-ambing dan meluncur di sebuah pipa yang gelap dan panjang, benar-benar gelap, menakutkan tho? Adrenalin benar-benar langsung terpacu. Entah berapa menit kami di dalam. Tak lama, begitu melihat seberkas cahaya dari ujung pipa, rasanya merasa tenang. Akhirnya, finish juga. Wah, seru banget deh. Ga bisa terlupakan.

(Keluar dari Black Hole, lihat pipanya yang hitam itu deh....)


Wahana kedua yang dicoba adalah Raft Slide. Di slide ini, kita meluncur biasa, di slide yang terbuka. Jadi ga terlalu nyeremin. Walopun tetap deg-degan juga. Gimana kalo jatuh terlempar ya? Hehehe... jadi nyesel, kok nggak nyoba ini dulu baru Black Hole ya? Jadi kan nggak kaget. Terus yang kita nyoba Body Slide. Di Slide ini, kita ga pake ban khusus itu, jadi bener-bener badan kita yang meluncur. Wah, sensasinya..... Keren.... Terus ada Race Slide. Slide ini bentuknya U. Gaya kerjanya mirip kora-kora di Dufan. Jadi kita meluncur terus naik, terus turun, terus naik lagi. Yang paling seru, bisa balapan nih, siapa yang naikya paling tinggi. Jadi seru. Slide lainnya, slide anak-anak. Mau nyoba tapi ga boleh sama mas/mbak yang jaga. Hehehehe... ya iyalah.......

(Berlomba di Racer Slide)

Wahana lain yang seru adalah Wave Pool. Atraksi ini ada tiap satu jam sekali. Jadinya kita diombangambingkan ombak, kayak di laut gitu. Makin lama makin kenceng. Berkali-kali aku terdampar dan tenggelam. Hohoho... seru banget deh.....

Selain atraksi-atraksi yang memacu adrenalin, ada juga wahana yang menenangkan, salah satunya dan favorit kami berempat adalaha Volcano Pond, ato Jacuzzi. Yihaaa.... asik banget berendam di kolam air panas.

(Berendam di Jacuzzi/Volcano Pond)

Setengah lima, berakhirlah acara nyebur-nyebur. Kulit udah keriput nih. Perut jadi lapar. Setelah bersih-bersih dan ganti baju, kami makan di foodcourt situ. Harganya lumayan kok. Gak mahal-mahal amat. Jam setengah tujuh, kami meninggalkan solo dengan sejuta keceriaan, keseruan, dan capek....... Next time, maybe i'll be back again there.....


Jam 9-an... Jogja, here we back again.......

Info tentang Pandawa Water World, klik di sini

Thursday, September 27, 2007

Cobaan di Bulan Puasa

Selasa 25 September 2007, pukul 12.00 siang, saat sholat Dzuhur.......

Di mushola fakultas psikologi UGM, aku kehilangan barang2 penting milikku....
HP SE T100 milikku, HP Nokia 3315 milik adikku, SIM, STNK, dan ATM Mandiri.....

Aku hanya berniat menghadap Mu ya Allah...tapi kau berikan cobaan ini... Cobaan di bulan suci ini....Dan aku bersyukur, ternyata telah menghadapi cobaanMu ini....Memang belum ikhlas...tapi aku mencoba pasrah....

Ini juga pelajaran buatku.....bahwa tidak semua orang baik walapun berada di tempat yang baik.... Pelajaran untuk mengelola emosi..... Untung kemarin bisa berpikir jernih.... Langsung lapor polisi, buat surat kehilangan, blokir atm sama simcard.....

Sekarang..perlahan2 yang hilang kembali... Dengan tabungan seadanya, berhasil beli HP baru, ATM baru juga udah diurus, No HP udah aktif lagi.... Yang belum SIM sama STNK nya.... Semoga cepat kembali.....

Memang...tidak semua musibah berakhir duka....

Wednesday, September 12, 2007

Another Bad Sunday

My Last Sunday (September, 9th) was a very bad sunday of mine...........

Dimulai dari Harus-Ke-Solo....Babah tercinta nelpon, jam 10 pagi...saat aku sedang santai2nya menonton DVD Gilmore Girls (c'mon...it was SUNDAY MORNING....) yang mengHARUSKAN aku untuk ke solo menengok adik cowokku satu2nya itu...karena ada hal yang penting yang ingin ditanyakan (Just FYI, my litlle brother went to an Islamic Boarding School a.k.a PonPes, so he has no cell phone)... Oke, dengan setengah hati (kayaknya ini yang jadi awal masalah...) aku meluncur ke terminal buat naik bis ke solo (sebenarnya bisa naik motor, tapi hari itu panas banget dan aku lagi males, daripada ada apa2...) Jadilah aku meluncur ke Janti, dengan harapan bisa naik bis di situ, dan motorku kutitipin aja. Dan yang kutemukan adalah...TIGA tempat penitipan parkir yang ada di situ PENUH SEMUA...dengan malas akupun terpaksa menuju Terminal Giwangan dan naik bis patas dari sana....

Pukul 13.45 sampai di solo.....aku mencari adikku yang tercinta itu sampai habis Ashar menjelang...dan tidak kutemukan dimanapun....Pasrah dan jengkel, kutitipin pesan ke temannya yang memberi kabar bahwa adikku itu sedang latihan SANPALA (Santri Pecinta ALam) entah dimana.......

Pukul 16.30, di terminal Tirtonadi Solo...menunggu bus PATAS...... Dua bis patas dari surabaya penuh...menunggu bis ke tiga.... Tak disangka....aku menjadi korban bullying alias dipalak! Jadi diawali dengan datangnya seorang anak laki2, usia sekitar 10 tahunan, kurus, rambut kemerahan, lusuh dan kotor, kepadaku yang sedang duduk di kursi terminal.


"Minta Seribu!" ujarnya kasar....Aku memberikan uang 500 rupiah karena uangku tinggal 20rb untuk ongkos pulang. Dia menolak, dia berkeras untuk meminta seribu rupiah. Dalam hati aku berujar.."Udah minta, maksa lagi..." Dia tetap menolak uang 500 yang mau kuberikan.

"Ya udah kalo nggak mau 500..." ujarku sambil memasukkan kembali kepingan uang 500 itu ke dompetku. DEngan marah, anak itu lalu merebut uang 500 yang akan kusimpan itu....Sambil mengambil uang itu, dia mengeluarkan kata2 kasar dan sumpah serapah yang ditujukan padaku....Wow, too rude kiddo!

And I said, "Kalo kamu minta dengan kasar seperti itu, nggak akan ada yang mau ngasih ke kamu..." yang ternyata malah membuatnya marah.....Dia lalu MENENDANG tulang kering kakiku ...OUCH....mulai kasar nih..... Habis menendang dia berlalu dan aku melotot kaget.... Oke....go on.....ga usah dilawan......anak kecil..... Dan aku fokus lagi ke Bis2 yang datang..... Eh dari kejauhan dia berlari lagi sambil ancang2 mau memukulku..... Waduh....aku pun berdiri, dan dengan sigap menangkis dan memegang tangannya (aha....aku jauh lebih besar dan tinggi darinya)....Dan saat itu aku berkata padanya...."Hey, tidak boleh memukul wanita....Dan aku jauh lebih kuat dari pada kamu...."

Mungkin itu salah, mungkin kata2 ku terdengar kasar baginya.....Tapi waktu itu aku cuma untuk defence aja. Aku takut kalo2 dia langsung manggil kawanannya dan aku mulai berurusan dengan...ah, entahlah......

Aku lalu kasian padanya...anak seusia dia harus berjuang dengan kehidupan yang keras seperti itu...Aku yakin, dia menjadi seperti itu karena lingkungan dan keluarga......Hmm..

Well....STOP BULLYING!

Tuesday, September 04, 2007

The Journey To Baron : The Stories After....

Perjalanan liburan ke Pantai Baron hari Minggu, 2 September '07 kemaren, akan menjadi salah satu perjalanan ku yang nggak akan kulupakan.

Bukan hanya ketika di Baronnya, tetapi pada cerita-cerita sesudahnya....

Perjalanan dengan teman2 di Kopma UII ini sebenarnya tidak terlalu direncanakan. Tau2 aja berangkat..... Dengan menyewa sebuah bis (kota jalur 7) kami ber 17 meluncur dari kampus terpadu UII di Jl. Kaliurang Km.14 menju pantai Baron, Wonosari, Gunung Kidul yang berjarak 2 jam perjalanan yang menakjubkan.

Sepanjang perjalanan, temen2ku yang terobsesi jd penyanyi tak henti2nya bernyanyi ala pengamen dengan bermodalkan gitar. Lagu2 Sheila On 7 jadi favorit hari itu (karena lagu2 SO7 sarat makna pertemanan dan kebersamaan)...disamping lagu Radja, Jamrud, Ungu, Matta, dan lagu2 anak2 yang secara keterlaluan diaransemen sesuka hati (Lagu Anugerah Terindah nya SO7 dinyanyikan dengan lirik lagu gado2 Balonku dan Burung Kakak Tua? Keterlaluan...) Plus musik jeda antara satu lagu ke lagu lainnya yang kurang kerjaan..."Pa da dam pa da dam...aha' .....huahahaha..."

Sampai di baron pas adzan dzuhur...perut yang keroncongan pun diisi dan dilanjutkan dengan sholat dzuhur....

After that...nyebur ke pantai..... Selain cebar-cebur, berenang, dan menantang ombak, kegiatan yang pasti adalah.....Photo's Time! Yah...menyalurkan bakat Narsis yang luar biasa ini memang satu keharusan. Puas di pantai....bersih2....belanja pernak-pernik-ada beberapa yang menggila belanjanya- kami pun pulang menuju Sleman.

Kami berharap, sampe Jakal sekitar Maghrib lah....Tapi apa yang terjadi sodara2...? Bisnya mogok! Di dua tanjakan pertama, bis nya berhenti. Dan yang terjadi berikutnya, adalah kejadian luar biasa yang untuk pertama kalinya aku (dan teman2 lainnya) lakukan... Yak...kami pun MENDORONG BIS ITU sampe bisa turun....Oh no...memalukan plus mengharukan...Untuk yang ketiga kalinya....itu bis MATI TOTAL.... Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, beruntung mogok tak jauh dari Musholla....Sholat Maghrib.... dan tuh bis juga tidak mampu diperbaiki...

Ya Allah...kami berada 1,5 jam dari Jogja dan ga tau apa yang harus dilakukan? Hopeless, sang supir menelpon kantornya untuk mengirimkan satu bis lagi untuk menjemput kami. Dan kalian tau, dimana kantornya? Di Jalan Kaliurang KM.11 yang berarti kami harus menunggu 2 jam untuk dapat pulang....Dengan perut mulai keroncongan....Ber 15 (krn yg 2 pulan duluan naik mobil sendiri) kami berjalan mencari makan. Beruntunglah...tak jauh dari tempat bis
itu mogok ada yang jualan makanan..... Sambil menikmati makanan kami menyaksikan kendaraan yang berlalu lalang di daerah Gading, Jl. Wonosari tersebut.... Jam 8 an gitu....kami resmi dijemput oleh bis satu lagi...Bis yang mogok? Denger2 mau dilarung di Laut Selatan seeh....Hehehe....

21.30 WIB....sampe juga di Kopma UII....setelah perjalanan yang melelahkan, menggemparkan, dan menyenangkan itu...Sempet dapat bonus pemandangan kota Jogja di malam hari dari atas jalan Gunung Kidul....waw so romantic (reminds me of My lovely City, Balikpapan).... Banyak yang didapatkan dalam satu hari itu.... Seneng-seneng, Petualangan, Kebersamaan, dan.....GOSIP!!!! Hahaha...yang nggak ikut nyesel loh.....banyak kisah personal yang layak untuk dibahas dan diperbincangkan deh... Hehehe

Anyhow, that was a wonderful journey after all........ fotonya nyusul yah....

Thursday, June 14, 2007

Balada Pejalan Kaki

Apa enaknya jalan Kaki?
Jawabku: Enak...soalnya selain sehat, kalo jalan kaki itu bisa ngelihat hal2 unik yang mungkin nggak bisa kamu lihat ketika kamu naik motor atau mobil, apalagi pesawat! Hehehe...

Terus, sebagai pejalan kaki, apa nggak enaknya?
Jawabku: Banyak!

Menjadi pejalan kaki di jogja adalah hal yang paling tidak nyaman. Sori buat orang jogja, tapi inilah yang aku rasakan. Coba, dimana salahnya, ketika aku nyebrang di Zebra Cross, tapi di klaksonin orang, sambil teriak, "Woy, kalo jalan lihat2 dong?" *Aku: Hah?*

Terus, pas kamu asik2 jalan di TROTOAR...tau trotoar apa fungsinya kan? Eh tiba2 ada mobil klakson2 dari depan dan memintamu untuk turun dari trotoar karena mobil mewah itu ingin PARKIR di trotoar tempat aku sedang berjalan...WHAT????

Apa juga yang kamu rasakan, saat berjalan kaki, berlari kecil, dan kamu sedang kehujanan, sambil berpayung ria, tiba-tiba sebuah mobil/motor lewat dengan kencang disebelahmu, dan PYARRRRR.......genangan air hujan di jalan raya pun mendarat dengan indahnya di dirimu yang sudah kebyes....GRRRRR........

Gimana rasanya, kamu lagi nyebrang jalan (terutama jalan kaliurang), baru setengah jalan, kamu tidak bisa menyebrang, karena ramenya kendaraan yang lalu lalang, tidak memberi kesempatan kamu menyebrang, malah marah2 sambil bunyiin klakson, dan memintamu untuk segera menyebrang? ORANG GILA!!!

Aku nggak tahu, apakah kalian pernah merasakannya. Di Balikpapan, aku jarang merasakannya. Disana pejalan kaki dilindungi oleh Undang-Undang. Disana aku bisa menyebrang jalan dengan tenang. Walopun fungsi trotoar disana juga sudah beralih fungsi, setidaknya menjadi pejalan kaki di Balikpapan tidak terlalu merisaukan (apalagi jalan kaki di pagi hari diiringi angin laut yang sepoi2...).

Tolong segera buat UU Hak Pejalan Kaki.
Dan tolong buat kalian semua, hormati kami para pejalan kaki.....

Thursday, April 12, 2007

Ketika Allah Masih Menyayangiku

Ini cerita seminggu yang lalu. Kamis tanggal 5 April 2007...aku sempet kehilangan handphoneku....

Kejadiannya di kampusku sekarang...psikologi UGM. Ceritanya habis ujian lisan ma dosen, aku buru2 ke perpus pasca sarjana buat nyari jurnal. Habis itu aku janjian ma temenku, Etna, buat nganterin dia ke stasiun tugu-soalnya dia mw pulang kampung.... Saat itu dia bilang..."Ntar kalo mau berangkat, kamu tak sms..."
Dan aku pun menjawab "Yap..."

Di kos...aku mencari HP ku, Sony Ericsson T100 (yap...jadul banget!). Hah...nggak ada? Kubongkar tasku...tetep gak ada... Mampus...kecopetan? (maklum...anak bis kota...) Aku langsung dengan kejam membangunkan adikku yang lagi tidur siang (waktu menunjukkan pukul 14.45)....
"Wi...pinjem HPmu...HPku nggak ada....numpang miscall"
"Wah mbak...nggak ada pulsa..." Hiyaih.... Ya udah sms aja....
Buat yang nemuin HP ni..harap hubungi no ini...
Yah walo rada2 pesimis bakal ada orang yang berbaik hati menemukan HPku dan mengembalikannya. Aku terus sms etna, biar dia ngubungin aku ke no adekku itu.


Berlanjut...jam 15.15, aku dijemput etna buat nganterin dia ke stasiun...aku pinjem HP ibu ku yang ditinggalkan ke adekku (Siemens M35--yap....lebih jadul)dan simcard lama adekku yang berpulsa 1800-an....Langsung kuiisi...10rb aja....

Dari Tugu...aku ke kampus...pengajaran dah tutup...ya iyalah...jam setengah 5.... Terus aku ke perpus pasca, berharap jatuh disana. Sampe sama ibu penjaga perpusnya, perpus yang udah tutup dibukain lagi....Ku miscol terus...tidak ada HP yang berbunyi...Dodol...ya jelas...kan tadi aku silent....

Tidak ada...pasrah.....

Sampai di kos...
"Mbak, tadi ada yang nelpon, dari kantor magister. Katanya HPnya mbak udah ketemu, ditemuin sama mahsiswi. Sekarang di kantor magister."
"Jam berapa tadi ditelpon?"
"Sebelum jam empat lah...aku sms mbak ke no ku itu kok....tapi nggak nyampe2..."
Alhamdulillah....
"Ya besok diambil deh...ups besok (Jumat 6 April) kan tanggal merah? Sabtu tutup. Minggu libur. Berarti dapet HP ku...SENIN dong!....Huhuhu...."

Aku terus sms salah satu staff pengajaran...lalu katanya sabtu ada yang lembur, jadi ambil sabtu aja....Hmm...alhamdulillah.....

Tapi...kok bisa dititipin pengajaran magister ya? Kok tau aku mahasiswa magister profesi?

Selidik punya selidik....beginilah ceritanya...seperti diriwayatkan Anggit...

"Sehabis kami bertemu di parkiran (sekitar jam 13.00)...tak lama kemudian ada seseorang yang menelponnya...Aku....Anggit sempet heran...karena pas diangkat orang di seberang sana malah bertanya 'ini no siapa ya mbak?' maka dijawablah oleh anggit, kalo itu nomorku. Dan orang baik hati itu lalu bertanya lagi, 'kalo mau saya serahkan, kemana mbak?' anggit pun menyarankan untuk menyerahkan ke kantor magister profesi...lalu selanjutnya mbak ade, staff mapro, menelpon adekku karena membaca SMS dari adekku..."


Alhamdulillah...masih ada orang baik di dunia ini....Alhamdulillah...Allah masih menyayangiku... Memang HPnya jelek...jadul...tapi nomor2 di dalamnya sangat penting (males banget nyari 500 nomor temen2...)

Buat mbak mahasiswi yang telah menemukan HPku...makasih banget...walaupun identitas mbak sampe sekarang tidak ku ketahui...Allah tahu bagaimana membalas amal baik mbak...

Wednesday, March 14, 2007

Aku dan Transportasi di Indonesia

Secara di Indonesia ini dunia transportasi lagi dicoba (hahaha....bahasa 'secara'tu aneh banget ya?)...aku mau cerita soal pengalaman ku sebagai warga Indonesia yang menggunakan transportasi ini.

Aku adalah warga negara Indonesia yang memang bergantung penuh pada satu dunia ini. Yah...soalnya aku emang murni pengguna transportasi di Indonesia, yang nggak punya motor, mobil apalagi pesawat untuk mencapai tempat tujuanku. Jadi...transportasi publik lah andalanku.

Nah...ceritaku yang bermasalah sama transportasi (baik pribadi maupun publik) ini banyak banget. Mulai dari cuman jalan kaki sampe naek pesawat (yang sekarang banyak bikin orang pada parno).

By Sikil (Jalan Kaki)

Heheh...sama transportasi alami yang udah melekat ditubuhku ini aja aku punya banyak masalah. Sempat kepikiran buat diruwat kaya artis2 sinetron itu...tapi ga punya uang. Aku nggak ngerti...jalan kaki aja bisa sering jatuh. Padahal di jalan nggak ada batu, lubang galian, apalagi orang iseng njegal kakiku. Jadi ya gitu, lagi asik2 jalan tiba2 jatuh....padahal yang lain enggak.... Heran....Apalagi kalo nyebrang jalan. Haduh....masa di depan Amplaz, nyebrang di zebra cross, nyaris ditabrak orang sampe diteriakin..."Kalo jalan2 liat2 mbak...!" Hloh...apa nggak liat ya aku nyebrang di ZEBRA CROSS? Kok dia bisa dapet SIM ya?


Sepeda
Pertama naik kendaraan roda dua adalah dengan sepeda (roda dua tentunya, bukan yang roda tiga). Sama kendaraan ini juga pernah punya kasus. Jadi waktu itu kelas 3 ato 4 SD, aku main balapan sepeda sama seupuku (namanya Anto), terus pas daerah turunan, aku nyoba ngerem...tapi nggak bisa...remnya blong...Maka jadilah aku yang seharusnya belok kanan malah lurus melaju sampe nyemplung got (yang nggak ada airnya)...sampe pingsan...dan tulang lututku mengsle... Hmm...apa ini ya yg menyebabkan aku sering jath...lututnya mengsle....Hehehe....

Sepeda Motor
Nah....ini apalagi....Haduh....banyak banget kasusnya. Sampe ibuku nggak khawatir lagi kalo aku jatuh dari motor....sangking kebiasaannya. Jatuhnya juga baik lagi dibonceng ato bawa sendiri. Pertama jatuh, waktu pertama kali pake rok SMP. Kan beda tuh roknya sama SD. Kalo SD berkibar2, kalo SMP rada rok span. Nah, waktu itu mau naik ojek, terpaksa belajar duduk miring (duduk cewek). Eh pantat belum mencapai jok motor, tuh tukang ojek malah udah jalan. Hiyah...jatuhlah aku terbanting. Sakit? Enggak. Malu? Iyaaaa............Trus, pernah juga jatuh waktu pertama belajar motor. Pernah juga pas dibonceng (di perempatan mirota sama di daerah banteng, jakal-jogja). Terus pas bawa sendiri di gentan (nabrak temannya mas agung-sesama pengendara motor), di jakal (depan kos), di jalan padega marta (sampe nyrungsuk antara tembok dan tiang listrik-hahaha...ga usah dibayangin).... Wah...banyak juga ya?

Mobil/Angkot
Dengan kendaraan roda empat ini aku nggak terlalu banyak mengalami masalah. Soalnya numpang mulu. Tapi pernah waktu naek angkot jogja-kaliurang, aku kan mau kuliah (dulu waktu masih kuliah di kaliurang), terus karena penuh aku dapet duduk di depan, di samping supir yang sedang bekerja. Tau apa yang terjadi? Setiap ganti gigi, persnelingnya copot, dan harus dipasang lagi secara manual. Terus bagian dashboardnya tiba2 mengeluarkan asap. Dan kami semua penumpangnya langsung diturunkan. Sereem.....

Bis
Naek bis kota di Jogja? Serasa ikut offroad. Serem. Mentang2 paling besar, jalan seenaknya dewe.
Waktu naek bis antar kota, aku pernah juga punya pengalaman horor. Waktu itu dari jogja mau ke surabaya, naik bis patas "satu", tiba2 di sragen di depan bis ada motor terpental dan sesosok pria terbanting ke aspal....dan mati.... Persisi di depan bis itu. Tapi bukan ditabark oleh bisnya, tapi tabrakan sama truk yang datang dari arah berlawanan. Haduh.....jadi saksi mata malah....

Kereta Api
Waktu itu pertama naek kereta api. Dari surabaya ke Jogja. Naik Bima. Nggak berapa lama dari stasiun madiun, keretanya juga baru berjalan pelan. Tiba2 tuh kereta berhenti. Lama banget. Dari cerita dari penumpang ke penumpang, tersiarlah kabar, bahwa di depan sana, ada kakek2 yang marah2 karena wedhusnya ditabrak tuh kereta. Ya ampyun....macem2 aja....

Kapal Laut
Ini juga. Pertama pulang lebaran dari jogja, naek kapal feri cepat (bukan gunawan) dari surabaya ke balikpapan. Bulan2 pulang kampung tuh kan cuacanya gak bagus yah? Musim hujan. Jadi waktu itu kapal nya terguncang-guncang. Tas berhamburan. Perut jadi mual2. Gitu terus selama 10 jam! Mabookk.................

Pesawat
Yah...ini yang paling mendebarkan. Jadi waktu itu mau pulang lebaran juga. Kalo nggak salah sekitar tahun 2003. Naek maskapai penerbangan Singa Udara itu.... Dari surabaya nya aja udah di delayed lamaaa..........banget. 5 jam! Aku dari jogja jam 6 pagi, nyampe surabaya jam 7 nya. Baru berangkat dari surabayanya jam 12! Mana pas puasa lagi. Di atas, sekitar 30 menit menjelang sampe ke sepinggan-bandara balikpapan, tiba2 pilot mengumumkan "Karena cuaca buruk maka pesawat ini direncanakan akan melakukan pendaratan darurat di Banjarmasin." Hah..... Wah...kondisinya ternyata parah. Pesawat berguncang keras. Bagasi kabin sampe jatuh. Bakpia menggelundung dari atas (duh...oleh2ku...), melihat keluar jendela, awan gelap pekat dan terlihat petir menyambar. Ditambah lagi mbak disampingku pake nangis, dan mengenggam tanganku erat. Dzikir, takbir, tasbih, tahmid, tiba2 berkumandang, jerit anak kecil yang menangis ketakutan, menambah suasana mencekam....Waktu itu aku cuma bisa berdoa. Ya Allah,jika masih kau ijinkan, ijinkan aku untuk tetap beridul fitri di antara keluargaku. Dan syukurlah, Allah masih meridhoi perjalanan kami waktu itu. Pesawat nggakjadi mendarat darurat. Dan kami pun sampai di Balikpapan disambut dengan sisa gerimis.....Alhamdulillah......

Pengalaman2 ku dengan dunia transportasi di Indonesia ini memang menyeramkan. Tapi bagiku, tidak membuatku parno untuk menggunakannya lagi. Yah gimana dong? Kalo ada pintu kemana saja doraemon, baru aku nggak akan menggunakan alat transportasi kali ya?