Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Friday, December 05, 2008

Twilight (Movie, 2008)



Udah kena demam Twilight nih. Heboh promosi dimana-mana, bikin jadi penasaran. Pengen nonton.

Waktu novel nya terbit dulu, sempet banget pengen beli dan baca. Tapi ketunda-tunda mulu sampe akhirnya emang nggak kebaca. Eh tau-tau udah nongol aja filmnya. Maka jadilah aku nonton Twilight TANPA membaca dulu bukunya.

Dan akhirnya barusan aja nonton film nya. Ditemenin futsu-chan yang udah baca bukunya (buat teman nanya-nanya) dengan dadakan langsung nonton yang jam 11 siang (yang isi theater nya 90% cewek). Satu setengah jam terlewati dengan alur nonton film yang pas banget. Dimulai dari fase masih nggak ngeh-> mulai dong-mulai tertarik -> deg-degan -> klimaks -> turun pelan-pelan -> happy ending (sementara, karena masih ada tiga buku lagi).

Review pribadi, ni film bagus. Biasa saat film yang dinantikan muncul gak 100% penonton bakal bilang, "ASLI, TOP ABISSS....", apalagi buat film yang diangkat dari novel. Pasti banyak aja keluh kesah nya ato bahkan puja puji nya. Nah, buat diriku yang belum baca bukunya, asik-asik aja nontonnya tuh.

Kureview dikit kekurangan dan kelebihannya ya (be careful, SPOILER ALERT):

Dari segi seting, no doubt, asli bagus banget. View ala British land or Eire Land ternyata ada di Amrik. Hutan, gunung, bukit, dan danau nya diambil dengan sangat indah (9/10).

Terus scoring sound nya pas banget (aku dan futsu sepakat soal ini). Adegan sama sound yang muncul pas banget. Yang bikin deg-degan sampe merinding ada juga. Bahkan sempat ada sound yang bener-bener berasa muncul dari belakang kita (yang adegannya juga begitu), jadi berasa seolah-olah kita dikejar vampir beneran. Seru (10/10).

Kalo cerita nya, bagus lah sebagai orang yang belum baca novelnya. Bahasa verbal plus visual jelas lebih enak dinikmati ketimbang visual doang (alias baca buku aja). Jalan ceritanya jadi lebih runtut dan bisa dinikmati. Walo ada scene yang aku rasa terlalu cepat (bahasa itali nya, mak gedunduk gitu), yang secara logis terasa "kok tau-tau gitu ya?. Paling suka scene main baseball ala Cullen's family, hooooo...gak kalah heboh sama Quidditch nya HP. Juga adegan first date nya Bella dan Edward. Gabungan kencan ala spiderman dan superman tuh. Diajak terbang en manjat pohon, yang berakhir pemandangan indah dari puncak pohon pinus (cuma Edward yang ngajak cewek nge date pertama di puncak pohon pinus. Hehehehe....) Adegan kelahi antara Edward dan James juga keren banget (9/10).

Dari segi akting Chemistry antara Robert Pattinson (Edward Cullen) dengan Kristen Stewart (Bella Swan) yang katanya kurang emang kurang terlihat di sini. Tapi kalo dari point of view aku, malah terasa pas. Edward itu vampir. Berumur hampir 100 tahun. Dan menurut Edward, dia baru merasakan ketertarikan teramat sangat pada perempuan ya saat bersama Bella. Jadi, wajar kalo dia kikuk dan kaku begitu. Cinta Edward pada Bella emang nggak terlihat dalam sentuhan, tatap mata, gandengan, ato bahasa tubuh. Tapi lewat tindakan dan kata-kata. Yah, sedikit mengingatkan pada cinta Tao Ming Tse dan San Chai di Meteor Garden (lho?). Iya, tipe yang ceweknya diganggu dikit, hajar! But so gentleman. Romantic quote yang keluar dari mulut Edward dan Bella sesungguhnya adalah chemistry cinta mereka. contoh nya:

Edward : "Aren't you afraid of me?"
Bella : "I'm only afraid of losing you"

Edward : "...like i don't have anywhere else to go...."
Bella : "Then don't go"

Aw aw aw...

Seperti biasa di setiap film pasti ada second best nya. Di Twilight, entah kenapa tertarik sama tokoh Jasper Hale yang diperankan sama Jackson Rathbone. Lucu aja liat aktingnya sebagai vampir vegetarian baru. Agak-agak belum bisa nahan kontrol pas lihat Bella, pengen gigit aja. Nggak kalah imut sama R-Patz (9/10).

Akhirnya... secara keseluruhan, nilai film ini 9.25/10 alias bagus buat ditonton. Nggak heran banyak cewek-cewek yang mulai ngidolain Pattinson sampe rela digigit. He's worth a man ups...vampire i mean. Hahahaha.....

Fun fact: Peran Edward Cullen pertama bakal dikasih ke dia, Henry Cavill



Tapi akhirnya Meyers (the author) ngerasa cocok banget sama Robert Pattinson,


Mana yang lebih cocok jadi vampire menurutmu?

Wednesday, May 21, 2008

Tiga Film

Saya ngamuk. Bukannya ngerjain thesis, malah nonton film gila-gilaan. Ah, ini kan refreshing, buat menghilangkan kepenatan mikirin thesis (alasan banget....lah thesisnya cuman dipikirin doang...hehehehe...)


Iyah, semingguan ini saya habiskan dengan nonton dvd film-film yang (menurut saya) keren abis. Diselingi dengan nonton Thomas-Uber Cup tentunya (yang sayang, gak dimenangkan oleh Indonesia).

Biasanya ngereview film satu-satu, tapi karena maruk, untuk kali ini saya buat borongan aja.

The Shawshank Redemption (1994)


Film lawas ini sangat terlewatkan olehku. Ah, nyesel habis. Film yang muncul barengan sama Forest Gump ini keren habis. Bercerita tentang pelarian Andy Dufrane dari penjara Shawshank setelah hampir 20 tahun penjara (dan masih ada 20 tahun lagi seharusnya). Andy yang bangkir terkenal ini divonis 2 X 20 tahun penjara karena dituduh membunuh istri dan selingkuhan istrinya. Karena mabuk, andy menerima hukuman itu karena ia tidak yakin apakah ia membunuh atau tidak. Setelah hampir 20 tahun, ia baru mengetahui bahwa ia tidak bersalah. Usahanya yang gagal untuk bersidang kembali (karena saksi kunci mati tertembak) membuat Andy geram dan kabur. Andy ternyata sudah merencanakan kabur dari penjara sejak 19 tahun yang lalu. Cara kabur Andy dan persiapannya yang matang bakal membuat mu (hei penonton.....) melongo kagum. Asli, unpredictable. Sumpah, ini film layak tonton (sayang, Forrest Gump terlalu kuat untuk dikalahkan dalam Academy Award). Alurnya lambat sebenarnya, tapi dijamin kamu bakal nyesel kalo sempat melewatkan ni film cuma buat buang air ato balas sms. Bahkan buat di pause aja sayang. Akting Tim Robbins sebagai Andy Dufrane bener-bener keren. Diimbangi sama Morgan Freeman sebagai Red membuat film ini menambah sisi haru dan dramatis mengenai persahabatan mereka. Sisi gelap dan sadis tentang penjara shawshank dan sipir-sipirnya yang diangkat dari novel Stephen King (Rita Hayworth and The Shawshank Redemption) ini benar-benar bertolak belakang dengan cerita Green Mile. Aih, Stephen King emang jago ya? Film ini kayaknya yang menginspirasi Prison Break deh.

August Rush (2007)


Evan Taylor/August Rush (Freddie Highmore) selalu percaya, bahwa musik akan menyatukannya kembali dengan orang tuanya. Selama sebelas tahun, August hidup di sebuah panti asuhan dan percaya bahwa di suatu tempat disana, orangtuanya masih mencari dirinya. August akhirnya berani melarikan diri untuk melihat dunia sesungguhnya. Ia takjub, betapa banyaknya musik yang dihasilkan di dunia diluar panti asuhannya. August pun kemudian berkenalan dengan Wizard (Robin Williams) yang mengenalkannya pada musik dan alat musiknya. August yang terlahir dari dua musisi handal ini (ayahnya, Louis Conelly-diperankan oleh Jonathan Rhys Meyers- adalah seorang vokalis band, dan ibunya Lyla Novacek-diperankan oleh Keri Russel- adalah seorang violis New York Phillarmoic Orcestra) secara alami langsung dapat menghasilkan sebuah musik yang luar biasa, hanya dengan sebuah gitar. August terpisah dari orangtuanya karena ayah dari ibunya mengaggap bahwa kelahirannya akan mengganggu karir Lyla. Lyla yang sebelas tahun kemudian mengetahui anaknya masih hidup dan tidak meninggal seperti yang dikatakan oleh ayahnya berusaha kembali mencarinya. Pertemuan ketiga orang ini pun terjadi ketika August Rush memimpin sebuah konser dari symphoni yang dibuatnya sendiri. Bayangpun, anak umur 11 tahun udah punya konser orkestra sendiri! Kereen..... Musik memisahkan mereka, dan musik pula yang mempertemukan mereka. Film ini dipenuhi oleh akting alami pemain-pemainnya serta musik-musik yang indah. Sulit untuk dijelaskan. Kalo kamu mencintai musik, pasti film ini akan begitu menyentuhmu.

Turtles Can Fly (2004)


Film produksi bersama Iran-Irak ini luar biasa menyedihkan. Film yang bercerita tentang kehidupan warga Irak sekitar seminggu sebelum pecahnya perang Irak-AS ini banyak menampilkan gambar-gambar yang membuat aku mau menangis. Anak-anak kecil yang mengambil ranjau buat dijual, anak-anak yang mengangkat senjata buat berperang, anak-anak yang cacat karena ledakan ranjau atau tertembak, gadis kecil berusia sekitar 14 tahun yang punya anak hasil perkosaan ramai-ramai oleh tentara Israel. Film ini sungguh menyentuh dan menyedihkan. Film ini membuat aku semakin, maaf, membenci kekejaman AS dan Israel dalam berperang. Worthless. Hanya meminta korban. Kalo pengen tahu kondisi nyata warga korban perang, film ini aku sarankan buat ditonton.

Sebenarnya masih banyak film-film yang bagus. Tapi ketiga film ini yang menurutku layak dan aku rekomendasikan buat ditonton.

Thursday, May 01, 2008

The Chorus (Movie, 2004)


Flm perancis ini berjudul asli Les Choristes. Cerita bersetting sebuah sekolah berasrama dengan anak-anak yang keseluruhan adalah cowok dan spesial, Fond de L' Etang (arti harafiah, Dasar Danau). Siswa disana sebagian besar adalah siswa kurang mampu, siswa yatim-piatu, siswa bermasalah baik perilaku maupun akademis. Cerita diawali dengan kematian ibu dari seorang konduktor dan musisi terkenal, Pierre Morhange. Kematian ibunya membuat Morhange harus kembali ke kampung halamannya. Di sana, ia bertemu kembali dengan Pepinot, teman satu sekolahnya dulu. Dan cerita mulai mengalir dengan flashback mereka berdua, lima puluh tahun yang lalu.....

Hidup siswa-siswa Fond de L'Etang mulai berubah dengan datangnya Clement Mathieu, seorang mantan musisi untuk menjadi pengawas asrama mereka dan mengajar musik. Mathieu begitu terkejut dengan sistem disiplin yang begitu keras di sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Mon. Rachin ini. Ada aksi maka ada reaksi. Ada kesalahan berarti ada hukuman. Hukumannya luar biasa mengerikan. Tidak pantas untuk diceritakan. Mathie lalu mencoba memberi hukuman dengan caranya sendiri, yang membuat Rachin geram luar biasa. Dibandingkan menggosok sekolah, ia lebih memilih menghukum seorang siswa untuk mengurus pesuruh sekolah yang sedang sakit. Caranya ini membuat siswa2 tersebut lebih merasa nyaman. Mathie pun menemukan talenta luar biasa dalam hal bernyanyi dari siswa-siswa ini. Maka dibentuklah sebuah paduan suara yang membuat jalan hidup semua orang yang terlibat di dalamnya berubah.

Pierre Morhange adalah anak berwajah malaikat dengan perilaku menyebalkan dan keras kepala. Namun kemampuan bernyanyi Morhange yang luar biasa perlahan-lahan merubah sikapnya dengan bantuan Mathieu. Lika-liku perjalanan kelompok paduan suara ini berakhir ketika sekolah mereka terbakar karena perbuatan salah seorang mantan siswa sekolah tersebut, ketika Mathieu sedang dalam tanggung jawab menjaga sekolah. Ia dipecat. Sekolah ditutup.

Terinspirasi oleh Mathieu, Morhange masuk ke sebuah sekolah musik di Lyon dan mendapatkan beasiswa. Hingga ia menjadi terkenal sampai sekarang.

Film ini benar-benar inspiratif. Untuk orang yang akan berkecimpung di dunia pendidikan seperti aku, film ini bisa dijadikan referensi bagaimana mendidik anak-anak dengan kebutuhan luar biasa seperti siswa-siswa Fond de L'Etang ini. Setting pedesaan dan pegunungan Perancis ikut membuat film ini menarik. Juga lagu-lagunya yang bisa membuat bulu kuduk ini berdiri. Film ini banyak mendapatkan penghargaan untuk film berbahasa asing terbaik di beberapa ajang penghargaan (Salah satunya Academy Award tahun 2005). Film-film festival biasanya memang luar biasa indah dibandingkan film-film box office.

Mengenai film ini di IMDB

Sunday, April 20, 2008

Juno (Movie, 2007)


Telat gak sih buat ngereview film ini? Enggak ya? Habis, akhirnya bisa nonton juga setelah ngantri dvd nya. Film pemenang Academy Award ke 80 dalam kategori Best Original Screenplay ini berkisah tentang Juno McGouff (Ellen Page) yang hamil dengan sahabat masa kecilnya Paulie Bleeker/Bleek (Michael Cera) di saat usianya masih 16 tahun. Mengetahui dirinya hamil setelah melakukan hubungan sex pertamanya itu membuatnya cukup bingung. Well, cara Juno menghadapi kehamilannya di usia muda ini cukup keren. Pertama kali dia tahu, Juno ingin menggugurkannya. Tapi mengetahui bahwa bayi yang dikandungnya mungkin saja sudah punya kuku tangan (hahaha...konyol) Juno pun mengurungkan niatnya. Dibandingkan menggugurkannya, dia memilih untuk melahirkannya namun mencari orang tua angkat buat anaknya.

Juno pun mau tak mau harus mengakui masalah ini kepada orang tuanya dan menyampaikan idenya untuk mencari ortu angkat buat anaknya. Untung, ayah dan ibu tirinya bisa menerima (walaupun kaget juga untuk pertama kalinya) dan membantu Juno untuk mengurusi masalah adopsi ini.

Cerita mengalir, Juno bertemu dengan pasangan Mark dan Vanessa Loring (Jason Bateman dan Jennifer Garner) yang luar biasa kaya untuk membahas masalah anaknya. Juno selalu memberi tahu perkembangan bayinya kepada pasangan ini. Namun setelah kehamilannya membesar, Juno harus mengetahui bahwa anaknya kelak tidak akan mempunyai keluarga yang utuh. Mark dan Vanessa memutuskan untuk berpisah, karena Mark belum siap menjadi ayah. Juno kecewa. Belum lagi ia mengetahui bahwa Bleek (sahabatnya) tidak mengajaknya ke Prom (yah....dengan perut besar itu.....) tetapi malah mengajak gadis lain. Juno seperti mulai menyadari, bahwa ia jatuh cinta pada Bleek.

Wah, film ini cukup unik. Walopun gosipnya film ini nyontek film korea, tapi film ini emang unik kok. Gak banyak film Amerika yang ngangkat tema ini. Terutama masalah aborsinya. Ada beberapa hal positif dan unik dari film ini. Yang pertama soundtracknya. Ya ampuun.... keren. Oke, musiknya emang terdengar konyol ato aneh. Tapi liriknya itu loh, simple dan ngena banget. Sangat pas buat Juno. Yang kedua, reaksi ayah dan ibu tiri Juno saat Juno mengakui bahwa ia hamil. Sang ayah kaget, tapi gak marah. Setelah banyak bertanya (seperti siapa ayah bayi itu dan bla bla bla) ia malah memutuskan untuk menemani Juno menemui pasangan Loring, biar gak ketipu. Ibu tirinya juga gitu, sebelumnya ia memang bertanya, apa Juno mau memikirkan alternatif lain (aborsi). Tetapi ketika Juno memutuskan untuk memutuskan untuk mempertahankannya, ia pun mulai menyusun makanan apa yang sehat, membuat janji dengan dokter, dan lain-lain. Setelah Juno pergi, ayahnya lalu bertanya kepada istrinya. "apa ini salahku? sehingga dia berbuat seperti ini?" Waw...harusnya emang begini. Ortu kalo tahu anaknya hamil diluar nikah, jangan ngamuk dulu, tapi introspeksi, jangan-jangan ini salah mereka, sampe anaknya hamil diluar nikah. Bravo Juno..... Berani berbuat, berani bertanggung jawab, berani menerima resiko.....

Satu lagi yang mebuat terharu, waktu Juno akhirnya mengakui bahwa ia mencintai Bleek. Dia bilang gini,
Kamu satu-satunya orang yang selalu menatap wajahku disaat orang lain terus-terusan menatap perutku. Aku rasa aku benar-benar mencintaimu. Mungkin karena itu, tiap aku menatap wajahmu, bayi ini selalu menendangku.

Oh, so sweet....... Belum lagi waktu habis melahirkan, Juno menangis di pelukan Bleek, karena akhirnya berpisah dengan bayinya. Well, Juno sudah merasa jadi ibu.......

Overall, film ini keren. Tidak menyarankan untuk hamil/menghamili orang diluar nikah ya? tapi menyarankan untuk menonton film ini. At least, ambil lirik2 lagunya buat ngerayu cewek. Hahahaha..... Two thumbs up buat film ini.

Info film ini, bisa klik di sini.