Wednesday, November 26, 2008

Last Friend (Dorama, 2008)



Udah lama banget nggak nonton dorama, eh sekalinya nonton dapet dorama yang keren banget ini (nontonnya udah agak lama sih...).

Judulnya Last Friend. Dorama ini inti ceritanya sungguah tidak biasa, makanya banyak dapat penghargaan di Jepang. Dalam dorama ini ada tentang Domestic Violance (KDRT kalo di Indonesia), Pelecehan Seksual sampe Penyimpangan Seksual (Lesbian) dalam bingkai sebuah cerita persahabatan dan cinta.

Sinopsisnya, Michiru (Nagasawa Masami) akhirnya memutuskan tinggal bersama dengan kekasihnya Sousuke (Nishikodo Ryo). Sebelum pindah, Michiru bertemu kembali dengan teman SMA nya Ruka (Ueno Juri) yang tinggal di sebuah sharehouse (kontrakan) bersama Eri, Takeru (Eita) dan Ogura. Setelah tinggal bareng, Michiru baru tahu kalo Sousuke ini sangat ringan tangan, bukan senang menolong tapi senang menggampar. Lama kelamaan Michiru ga tahan dan lari ke Ruka. Michiru pun tinggal di kontrakan tersebut, tapi tetep dikejar-kejar sama Sousuke (ni cowok ya, ganteng, kata-katanya manis, tapi hobinya mukul...argh pengen hajar balik jadinya).

Episode demi episode terlalui dengan kejar-kejaran Sousuke dengan SEMUA penghuni kontrakan itu. Diselingi cerita Eri yang jadi pelarian Ogura yang dalam proses bercerai, Takeru yang pernah dilecehkan secara seksual sama kakak perempuannya dan bisa suka sama si Ruka, trus Ruka yang mengalami Gender Identity Disorder (karena tomboy dan suka cewek a k a Lesbian) dan selalu mencintai Michiru. Hmmm......

Setelah semua deg-degan selama 11 episode, dorama ini pun selesai dengan baik dan sempurna.

Gila, keren abis. Akting paling top disini aktingnya Ueno Juri dan Nishikido Ryo. Ueno Juri yang terkenal dengan akting bego nya di Nodame Cantabile langsung berubah jadi cewek tomboy dan seorang crosser. Nishikido Ryo yang sempet bikin aku jatuh cinta atas perannya sebagai Asou di One Liter of Tears sukses membuatku pengen membunuhnya.

Ah....puas.

Blum lagi Opening Themenya yang keren abis dari Utada Hikaru ini




100000000000000000000000000000000000000000000000000 jempol!

Mau nonton? Boleh minjem ke aku kok....

Monday, November 24, 2008

Seuntai Tanya

Kenapa,
Jarak yang jauh itu pun,
Tak mampu membuatuku berhenti,
Sedetik saja untuk mencintaimu?

Kenapa,
Perbedaan di antara kita ini,
Tak bisa merenggangkan sedikitpun,
Perasaan yang ada?

Kenapa,
Kau tak berhenti saja di sini,
Jangan kemana-mana lagi,
Dan gapai aku?

Tak tahukah kau,
Terkadang terasa menyesakkan,
Walau aku masih mampu tuk bertahan?




















(Picture taken from here)

Tuesday, November 18, 2008

Daster

Sebagai wanita, coba saya bertanya, ada berapa wanita di Indonesia ini yang nggak suka pake daster? Dan berapa banyak yang suka banget pake daster?

99% saya yakin, 99% jawabannya suka pake daster.

Daster yang pada umumnya berbhan katun dan bermotif batik itu emang nyaman banget dipake. Iya, saya adalah salah satu pencinta daster. Walo daster identik dengan para ibu.


Hanya saja....entah kenapa ada seorang ustadz yang tiba-tiba melemparkan wacana ini...

"Istri sukanya pake daster aja di rumah....nggak disambut dengan cantik..."

Tunggu...tunggu....

1. Daster emang dipake di rumah. Iya kadang-kadang ada yang dipake belanja ke pasar.
2. Kalo nggak mau disambut dengan daster pake pembantu aja, jadi bisa disambut dengan cantik jelita....


Hehehehe... bapakku emang sering nyindir kalo ibu (serta aku dan adik cewekku) pulang dari jalan-jalan langsung berganti busana dengan daster.

Tapi mau gimana lagi,,, nyaman sih... Buat melakukan aktivitas di rumah emang daster paling nyaman.

Jadi bapak-bapak,,, hormatilah ibu-ibu yang gemar memakai daster, sama gemarnya dengan bapak-bapak dengan sarung...

Huahahahaha.....

Friday, October 31, 2008

Usia Yang Singkat

Lahir, Jodoh, Rejeki, dan Kematian adalah rahasia Allah.
Tidak ada yang tau kapan dan bagaimana datangnya....

Tahun 2008 ini bagiku rasanya cukup menyedihkan.
Di saat ada teman yang telah menemukan jodohnya dan memulai kehidupan yang baru,
Di tengah sukacita beberapa teman dan keluarga yang baru saja menyambut kehadiran penerus keluarga....

Ada duka,
Ada banyak berita duka...
Keluarga, sahabat, juga keluarga sahabat
Sudah kembali kepada penciptanya.....

Sedih....


Namun yang paling menyedihkan adalah berita perginya bulik/tante ku, 25 Oktober 2008 kemarin
Tepat 100 hari setelah hari pernikahannya...
Mengejutkan
Tanpa sakit, bukan kecelakaan..
Hanya memang karena sudah waktunya....
Padahal usianya baru menjelang 30 tahun
Padahal kehidupan barunya baru dimulai
Padahal baru beberapa waktu yang lalu dia SMS aku bertanya merk garam mandi yang kubawa saat pernikahnnya kemarin
Padahal dan padahal lainnya terus berkecamuk dalam tanya.....

Tapi itulah hidup....
Semuanya akhirnya kembali kepada Nya
Semua jalan kehidupan berkhir pada gundukan tanah jua

Innalillaahi Wa Inna Illaahi Raji'un.....

Pesan moral : Jalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, selalu di JalanNya, karena kita tak pernah tau kapan IA akan memanggil kita kembali....

Miz you Bulik.....

Tuesday, October 14, 2008

Menunggu Pangeran Berkuda Putih (Part. 2)

Sambungan dari Part 1.


Nadia seperti terlempar ketika melihat nama itu. Terlempar ke masa 10 tahun yang lalu. Pusaran waktu tiba-tiba berada di depannya. Dan Nadia pun melihat potongan-potongan kenangan tentang dirinya dan seorang pria bernama Radit....

****

Radit bukan pangeran-berkuda-putih yang selama ini ia impikan. Bukan pula pria yang sesuai dengan kriterianya (walaupun Nadia sendiri bingung seperti apa kriteria pria impiannya). Tapi dengan pria itu ia merasakan hati yang berdebar, senyum yang tersungging tanpa sadar, khayalan-khayalan remaja yang romantis, dan indahnya masa SMA. Dan pria itu pula yang mebuatnya porak poranda, menghancurkan impiannya, meretakkan hatinya, membuatnya meneteskan air mata tanpa henti, dan membuatnya tak tahu bagaimana lagi mencintai pria lain selain Radit.

Padahal itu salah Nadia sendiri. Salahnya sendiri, yang membuat pria-yang-mungkin-adalah-pangeran-impiannya pergi berlalu.

Radit kakak kelasnya. Dua tahun diatasnya. Nadia mengenal Radit saat ia pertama masuk SMA. Radit adalah Wakil Ketua OSIS. Jelas bukan tipikal Ketua OSIS yang harus keren/ganteng, cerdas, dan pintar ngomong. Radit sangat biasa saja-kecuali dia sama pintarnya dengan sang Ketua.

Namun, gadis remaja SMA mana, yang akhirnya tidak jatuh cinta pada pria yang selalu ditemuinya di angkot, selalu menyapanya dengan ramah, bahkan membiarkan Nadia berjalan di sisi dalam jalan agar tak membahayakan dirinya. Hal-hal kecil yang perlahan-lahan membuat bunga di hati Nadia mekar perlahan.

Kisah Radit dan Nadia tak pernah berlanjut ke jenjang "Jadian". Radit yang sudah kelas 3 SMA mulai sibuk mempersiapkan EBTANAS. Nadia yang baru kelas 1 sering merasa bimbang dengan hubungan mereka. Saat akhirnya Radit memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tingginya di luar negeri. Nadia tak terima. Mana mungkin pacaran jarak jauh. Bagaimana bisa jalan-jalan bareng. Nonton bareng. Makan bareng. Semua yang serba bareng yang biasa teman-temannya lakukan dengan seorang PACAR.

Dan Nadia pun memutuskan dengan egonya sendiri... "Menjauhlah dari hidupku...pikirkan saja hidupmu sendiri...."

Yang disesalinya bertahun-tahun kemudian...


****

Nadia masih bimbang. Apa yang ditulis Radit? Bagaimana dia tahu alamat e-mailku?
Nadia pun masih mencoba mengingat-ingat kapan mereka terakhir bertemu? Bagaimana wajahnya sekarang? Dimana dia? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang menghujuam.

Hingga akhirnya kursor mouse itu pun menunjuk nama si pengirim. Klik dua kali.

"Hey..."
from : r.raditya@hotmail.com
sent : Saturday, October 11, 2008 7:43 PM
to : nadnadonly@hotmail.com

Hey Nadia. Apa kabar?
Finally...
Iseng google nama kamu, eh dapet alamat email mu...
Hope you're doing good...
Miss you so much.....
Do You?





Agh.........................................



BERSAMBUNG